Blog

13

Aug

2019

RAY SHABIR: MENYINGKAP TABIR DIRI / UNVEIL THE TRUE SELF

Posted by Pita Ratna Sari
RAY SHABIR: MENYINGKAP TABIR DIRI / UNVEIL THE TRUE SELF image

Keindahan, afeksi dan rasa sentimental selama ini akrab dan cenderung termanifestasi ke dalam figur seorang wanita. Kesepahaman manusia terhadap peran-peran gender yang masih kaku menyebabkan eksistensi pria dalam hal tersebut masih dipandang sebagai sebuah anomali. Kami mewawancarai Ray Shabir, pemuda kelahiran Jakarta 26 tahun silam, yang dalam bukunya “Public Feelings and Other Acts”, ia terang-terangan mengeksploitasi hal-hal subtil yang belum umum disuarakan oleh kaum pria. Ray membagikan sedikit sudut pandangnya terhadap kekakuan peran setiap gender yang berujung pada penghakiman dan minimnya pengampunan terhadap kebebasan berekspresi.

(Beauty, affection, and sentimentality are familiar and tend to manifest into the figure of a woman. Our understanding of gender roles is still rigid causing the existence of men on this matter still seen as an anomaly. We interview Ray Shabir, a young man born in Jakarta 26 years ago who wrote a book "Public Feelings and Other Acts", in his book, he openly exploits subtle affairs uncommonly voiced by men. Ray share his point of view on the inflexibility of gender roles which resulted in a judgment and lack of forgiveness in the freedom of expression)

Oleh: Pita Ratna Sari

__________________

Mengapa menulis? Apakah profesi ini sesuai dengan passion dalam diri kamu? Lalu bagaimana dengan modeling? (Why writing? Is it your passion? And how about modeling?)

Semuanya berawal ketika saya mulai menulis blog, sebuah blog sederhana yang kemungkinan pembacanya hanya teman-teman terdekat saya, kemudian ketika menginjak bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) saya berteman dengan guru konseling saya, awalnya hanya untuk melakukan identifikasi minat saya untuk diarahkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, namun suatu hari guru konseling saya itu menyarankan saya untuk menulis, sekedar hobi iseng saja, dia adalah orang pertama yang menyarankan saya untuk mulai menulis. Dan disinilah saya sekarang, menerbitkan sebuah buku dan orang-orang memanggil saya penulis.Untuk modeling sendiri awalnya juga karena iseng, salah satu kakak kelas saya waktu kuliah suka sekali dengan fotografi dan suatu hari saya diajak oleh dia untuk menjadi model, mulai saat itu tawaran pekerjaan sebagai model terus berdatangan. Saya sendiri hingga saat ini masih memilih menjadi model independen, saya tidak punya agensi. Saya melakukan modeling untuk fun saja, apabila proyeknya menarik dan menyenangkan maka akan saya ambil.

It was all started with a humble blog that I created a long time ago, for personal use of course, the readers were probably just my friends. When I was in Senior High School, I befriended my guidance counselor, the main intention was to identify my interest for my further education and one day she said that I should start writing, for fun at first. I did what she said, and here I am now, published a book and people call me a writer. And for modeling, back when I was in college my senior asking to model for him, and then, the offers keeps coming since that moment and it became sort of an occupation for me. I am now still a self-manage model, I didn’t belong to any agency. I do modeling for fun, if the project is interesting and fun then I’ll do it.


Siapa role model yang menginspirasi anda? (Do you have any role model?)

Lady Gaga! Kegigihan dan semangatnya menginspirasi saya sekali. Saya bisa ngoceh panjang lebar soal Lady Gaga seharian.

Lady Gaga! Her tenacity and fighting spirit inspire me a lot. I can rant lots of good things about her like forever.


Sebutkan 3 hal yang mendeskripsikan diri kamu! (Mention 3 keywords that explain who you are)

Realistis, ingin tahu, dan sentimental.

R
ealistic, Inquisitive, Sentimental.


Anda menyebut diri anda sebagai SAD/SEXY WRITER, bisa kamu deskripsikan sisi sad dan sexy anda itu seperti apa? (You called yourself as a Sad/Sexy Writer, could  you please explain what how your sad and sexy side looks?)


Saya tidak terlalu memikirkan apa yang saya tulis di profile saya waktu itu, mungkin itu hanya saya saja yang sedang ingin bercanda. Sebetulnya lucu sih anda tanya ke saya hari ini soal profil instagram, kebetulan sekali saya ingin ganti kata-kata itu tapi saya belum menemukan deskripsi yang tepat mengenai diri saya. Tapi orang-orang sering bilang kalau saya memiliki sisi sedih ketika saya menjadi penulis, sedangkan saya akan menjadi sexy ketika saya sedang bekerja sebagai model.

It is just me being a little bit frisky on my profile actually, I didn’t think too much when I put that. So it’s just for fun I guess. It’s funny that when you asked me about it today, I actually thinking about changing that exact words but I can’t think about the most suitable description yet. But people told me that SAD can related to my side as a writer, and SEXY related to my other side as a model.


Anda terlihat tidak canggung mengungkapkan kegelisahan hidup anda. Anda justru mengeksplorasi dan mengeksploitasi anxiety dan loneliness dengan sangat gamblang. Anda tidak takut disebut pria melankolis? (You explore and even exploiting your anxiety and loneliness on your book, aren’t you afraid to be called a melancholy man?)

Tidak sama sekali. Saya pikir dengan menyebut saya melankolis sama dengan mengkotak-kotakan pria dan wanita ke dalam gender roles yang kaku. Menurut saya laki-laki juga bisa menjadi sosok yang emosional dan tidak ada yang salah dengan itu. Salah satu pergulatan terberat manusia adalah ketika dia tidak bisa mengekspresikan perasaannya, banyak orang mengalami kegelisahan dan kesepian namun memilih untuk menyimpannya sendiri. Setidaknya saya jujur dengan diri saya, saya tahu apa yang ingin saya ekspresikan.

N
ot at all, because I think it’s like putting men and women on inflexible gender roles. It’s weird to me. I think men could get emotional and there is nothing wrong with that, I think part of the struggle is not having the chance express your feeling. Lot’s of people deal with anxiety and loneliness but not in the open, at least I’m honest with myself, I know my own sh*t.



Anda memiliki karakter yang tidak biasa sebagai seorang pria, seperti memelihara rambut panjang, menjadi model produk kecantikan wanita, beberapa foto anda juga terlihat "cantik", dan anda cenderung jujur mengungkapkan perasaan baik melalui caption instagram maupun buku anda. Apa sebetulnya yang ingin anda suarakan? (You have a quite unique character. Male with long hair, modeling for women’s makeup brand, and you tend to look honest; on your book also on your instagram especially your captions. Did you carry certain mission behind the visual and the feelings?)


Saya ingin menyuarakan kejujuran. Saya sangat mencintai seni, saya suka fashion. Saya juga selalu dikelilingi oleh wanita-wanita yang hebat dan kuat sehingga hal tersebut cukup mempengaruhi saya dalam bersosial media terutama di instagram saya yang tampak seperti female-based, tapi bukan itu ide utamanya. Sejujurnya, instagram itu hanya mengenai pemasaran, saya tahu apa yang ingin saya unggah, apa yang tidak saya sukai juga bisa dengan segera saya hapus. Mood bisa dengan mudah diciptakan di instagram. Tapi saya yakin saya selalu berusaha jujur di media sosial saya.

Honesty. It’s just me being me. I love arts, I love fashion, and I always surrounded by strong female like my best friends and so. People saw my social media, especially my Instagram is kind of female based, but that’s not the main idea. To be honest, Instagram is all about marketing I guess, I know what I want to post and what I don’t, but I’m sure that I always try to be honest on it.


Apa anda melihat diri anda sebagai sosok androgyny? (Do you call yourself androgyny?)

Saya memiliki kualitas dan kapasitas untuk menjadi itu, tapi saya tidak yakin bahwa label itu tepat bagi saya. Saya mungkin beberapa kali terlihat androgynous seperti ketika saya menggunakan makeup dan berpakaian ketika saya bekerja sebagai model, tapi menurut saya bukan itu saja yang bisa dijadikan alasan memasukan diri saya ke dalam kelompok androgyny.

I
would say I have the quality to it but I’m not sure that is the right label for me. I did look androgynous every time someone put a makeup on me during for the photoshoot, but that shouldn’t be the only reason that makes me an androgyny.




Hingga saat ini berbagai hal yang menyangkut kecantikan sepertinya masih "dimiliki" secara eksklusif oleh wanita, bagaimana pendapat anda tentang hal ini? (The terminology of “Beauty” is still strongly attached to certain gender (female) and it’s almost exclusive, what do you think about that?)


Saya rasa dalam hal ini kita dapat “menyalahkan” media, baik cetak maupun elektronik karena mereka telah menggiring opini publik untuk berpikir ketika kita membicarakan wanita maka tampilan fisiknya adalah hal pertama yang harus kita lihat. Ambil saja contoh majalah atau tabloid hiburan di luar sana yang selalu membahas kenaikan berat badan, kerutan, perawatan kecantikan para selebriti wanita. Alasan lainnya adalah wanita memang pada dasarnya menginvestasikan lebih banyak waktu mereka untuk mempercantik diri, membuat dirinya terlihat presentable. Tentu bukan merupakan suatu kesalahan wanita melakukan hal tersebut, sedangkan kami para pria melakukan hal yang sebaliknya, kami tidak punya waktu banyak untuk mempercantik diri kami karena sebagian dari kami terlalu malas untuk melakukan itu.

I
think it’s related to how women being talked on the media, for example there are lots of trashy entertainment magazines out there that keeps talking about female celebrities’ weight and things like that, everything about women that is portrayed on the media are mostly about physical appearance. The other reason is, women put lots of efforts in making themselves pleasing for the eyes. Not a bad thing of course, their investment in putting things together manifested in the term ‘beautiful’. While men, most of us, did the opposite, we invest so little time in grooming ourselves I guess.


Menurut anda mengapa hingga saat ini masih banyak pria yang takut untuk berpenampilan menarik atau "mempercantik" diri? (Why do you think that a lot of men still afraid to groom their selves?)

Ketakutan dicap “enggak cowok banget sih kamu” menjadi salah satu momok terbesar laki-laki dalam “mempercantik” dirinya. Sesungguhnya bagi siapapun itu, ketika kita menikmati proses memperindah diri seperti berpakaian, kita akan merasa senang. Menginvestasikan sedikit waktu untuk membuat diri terlihat lebih menarik akan membuat kita merasa luar biasa. Selain itu kita juga belajar mengenai tubuh kita sendiri. Grooming juga merupakan salah satu cara bertahan hidup!

C
aring about fashion or overall appearance doesn’t makes you less a man or not masculine, it’s about how you present yourself. It is actually fun and cool to put an outfit, you’ll feel amazing, it’ll bring confidence, and you got the chance to know your self because you got to know your own body, and also grooming is one of survival skill!


Adakah hobi atau sesuatu yang anda sukai yang dianggap "engga cowok banget"? (Do you have any hobby that is considered  unmanly?)

Bukan hobi sesungguhnya, tapi ini merupakan sesuatu yang umum saya lakukan ketika saya bekerja sebagai model yaitu make-up. Teman-teman pria saya menjadi sangat penasaran dan tertarik akan proses make-up tersebut, mereka mulai menanyakan beberapa hal berkaitan dengan make-up seperti apa saja produk yang saya gunakan dan berapa lama durasi yang dibutuhkan dalam mengaplikasikan make-up. Mereka mempelajari saya dan pekerjaan saya, bukan untuk tujuan bullying tentu, tapi lebih kepada keingintahuan semata.

No
t a hobby actually, but it’s something that I usually did related to my job, it’s makeup. My male friends were fascinated by it and they actually curious about my job especially the makeup, they started to ask about makeup, not on the bullying side, it’s more like they are learning about me, about what I did


Menurut anda mengapa hingga saat ini di Indonesia laki-laki masih dianggap tabu untuk dilihat sebagai simbol keindahan? (Why is still uncommon for men in Indonesia to be seen as the symbol of beauty?  Please give us your opinion)

Menurut saya laki-laki di Indonesia tidak memiliki standar yang begitu tinggi ketika berbicara soal penampilan dibandingkan dengan perempuan. Seharusnya standar penampilan itu diterapkan secara adil bagi laki-laki dan perempuan. Perempuan sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk berdandan dan berpakaian, setidaknya laki-laki bisa lebih menghargai perempuan dengan cara berpenampilan yang juga menarik, sesuatu yang dapat menyeimbangi penampilan sang perempuan.

I
think in Indonesia, men didn’t have high standard to start with when it comes to appearance compared to women I guess. It’s given. That’s why, like I said before, we need equality when it comes to appearance standard. Women spent like hours to prepare themselves while men need less than an hour (maybe). The efforts should be equal for both parties, I’m not talking about the preparation’s durations, but more like if women prepare themselves with such “struggle”, the men need to respect their efforts by looking equally presentable.


Apa opini anda mengenai gerakan genderless yang saat ini gencar disuarakan oleh beberapa pihak? (What is your opinion about genderless movement?)

Bagi saya gender itu merdeka atau sesuatu yang dimerdekakan, setiap orang akan puny ide yang berbeda apabila berbicara mengenai gender.

F
or me gender is liberate, people have their own ideas when it comes to gender or genderless.

 
Apa pendapat anda tentang sexism? (What do you think about sexism?)

Nggak bener, sih.

It’s obviously wrong.


Seberapa besar kepedulian anda terhadap penampilan luar? (How important is outer appearance to you?)

Saya bisa katakan bahwa saya peduli terhadap penampilan saya terutama apa yang saya pakai, tapi untuk urusan badan dan kulit, saya lebih suka merawatnya dengan melakukan pola hidup sehat. Perbaikan dari dalam. Saya adalah laki-laki yang penuh kemalasan untuk meluangkan waktu saya mengaplikasikan berbagai macam produk perawatan tubuh dan wajah.

I
would say that I do care about my outer appearance especially my outfit, but for my body/skin, I prefer to improve my condition from the inside like eat healthy, do sports, managing my sleeping time, and so on. Those methods are much easier for me. I’m a man after all, the lazy side of me is just too strong to put any skincare products.


Apa bagian yang paling menarik dari tubuh anda? Sesuatu yang anda ingin ekspos habis-habisan. (Is there any favorite bodypart(s) of yours that you would like to expose in the maximum?)

Mungkin rahang saya. Menurut beberapa fotografer yang telah bekerjasama dengan saya, rahang saya ini bisa menjadi fitur yang dapat dijual dalam fotografi.

I
appreciate every single parts of my body equally, but most of the photographers that I have worked with said that my jawline did the work for me, like a selling feature maybe.


Adakah ketidaksempurnaan dari diri anda yang justru anda sukai? (Is there any of your imperfections that you loved dearly?)

Sejak memulai karir sebagai model saya jadi lebih memperhatikan tubuh saya, seperti memeriksa pori-pori, bekas luka, proporsi wajah yang tidak simetris, dan lain-lain. Setiap ketidaksempurnaan itu menarik bagi saya dan tidak ada satupun yang menimbulkan perasaan negatif. Saya terkadang justru “terpesona” terhadap ketidaksempurnaan tubuh saya, hal tersebut merupakan kondisi yang normal bagi manusia dan tidak sulit untuk hidup dengan ketidaksempurnaan yang saya miliki. Bukan berarti saya tidak punya kekhawatiran, saya sedikit tidak percaya diri karena tinggi badan saya, terutama apabila dibandingkan dengan model-model lain yang sangat tinggi. Sebagai model, saya cukup sering berpikir andai saya lebih tinggi sedikit lagi mungkin ada agensi yang akan mengkontrak saya secara eksklusif. Tapi pada kenyataannnya saya tetap mendapatkan pekerjaan sebagai model, berarti tinggi badan saya sesungguhnya bukan merupakan hambatan. Itu hanya ada dipikiran saya saja.

S
ince I started modeling I put lots of attention to my own body, like examining scars, pores, imbalance proportion and so on. Every single one of them are interesting and none of them brings negative thought. I am more than that, I am fascinated by all the imperfections actually. It’s human condition and it’s not that hard to live with that.I do feel little bit insecure about my height when I compare myself with other models who is taller than me, but hey, I still got the job and that means my insecurity is nothing.




 
Saat ini dunia modeling tidak hanya dihiasi sosok tinggi dan kurus, ada juga model dengan vitiligo, down syndrome, difable, plus size model dan keadaan lainnya yang dulu dianggap kecacatan dalam fashion. Apakah anda melihat pergeseran visual ini sebagai suatu anomali? (Modeling is not only about Caucasian white, 0 size pants, and tall now; there are models with vitiligo, down syndrome, plus-size model, and so on. Do you think these visual shifting is anomaly?)

Tentu tidak, justru saya aneh kenapa tidak dari dulu hal ini dilakukan?. Selama ini kita hanya hidup dengan melihat satu standar kecantikan yang ditentukan oleh sekelompok orang yang bahkan tidak mewakili seluruh penjuru dunia. Untuk saya justru standar kecantikan jaman dahulu itu anomali. Akhirnya kita menyadari bahwa selama ini kita tidak berlaku adil terhadap banyak kelompok manusia. Untuk saya keragaman standar kecantikan saat ini cukup realistis dan tentu saja merupakan pekerjaan yang masih sangat panjang jalannya.

No, it’s actually weird that for a long time we only believe into one version of beauty that doesn’t necessarily represent the whole world. I would say that the old version of beauty is the anomaly. We finally waking up and we start to realize that we haven’t been doing other people justice, we haven’t been doing it right, I think it’s the most realistic and it’s still work in progress.


Sebagai model, kamu tentu familiar dengan make-up, what is your opinion about men who put makeup on daily basis? (As a model, you must be familiar with makeups, what is your opinion about men who wear make-up on daily basis?)

Saya mungkin bukan tipe orang yang akan melakukan itu karena saya adalah pemalas, tapi hal tersebut (make-up) luar biasa. Make-up itu seperti alat yang dapat membuat anda merasa lebih baik, percaya diri, dan lebih keren. Saya tidak melihat masalah dari ide pria yang menggunakan make-up dalam kesehariannya. Anda bisa melakukan apa saja yang anda mau terhadap wajah masing-masing, tapi satu hal yang harus kita semua ingat, jangan pernah berbohong akan itu.

T
hat’s not what I would do because I’m too lazy but it’s an amazing thing, here you are given the alternatives to make you feel better, confident, and cooler everyday, I don’t see any problems about it, it’s amazing. You can do whatever you want to your face, either make-up or surgery, but one thing about it, if you ever do that, never lie about it!


Apakah anda sering menangis? Baik dihadapan teman maupun ketika sedang sendiri. (Did you cry a lot?)

Tidak. Mungkin ketika saya lebih muda saya beberapa kali menangis, tapi  seiring bertambah dewasa saya lebih  bisa mengontrol perasaan saya.

N
o. I used to when I was younger, but I grew up and I keep myself in check a lot now.


Hidup anda di sosial media terlihat seperti gambar yang sangat artistik, bisa dijelaskan seberapa besar seni (apapun bentuknya) mempengaruhi hidup anda? (In what way has art influenced your life)

Saya selalu dikelilingi oleh pekerjaan dan sesuatu yang bersinggungan dengan seni, tentu saja hal itu berpengaruh besar terhadap hidup saya, dalam aspek apapun.

I
am surrounded by it and I am working in the industry that revolves around it so it’s automatically affecting my life like a lot.


Bagaimana anda mencerminkan kesendirian? Terutama di buku anda.  Anda tidak tampak seperti penyendiri, anda juga pernah mengatakan bahwa anda adalah sosok orang yg ekspresif. (How do you portray loneliness? Especially for your book. You don’t look like a loner, you also said that you actually an expressive kind of person)

Merasa kesepian itu tidak selalu disebabkan karena seseorang betul-betul sendirian, terkadang di tempat ramai sekalipun manusia bisa saja tetap merasa kesepian.

L
oneliness is not always about being lonely, yourself and nothingness. Crowds did not lessen the loneliness.

 
Bagaimana cara anda menyeimbangkan diri antara menikmati kecemasan dan kesendirian, secara bersamaan namun tidak menghancurkan diri anda? (How do you strike a balance between "enjoying" your anxiety, sadness, and loneliness as your source of inspiration while  avoiding self destruction?)

Jujur, saya dulu sempat melakukan self-destruction. Saya cukup beruntung karena memiliki keluarga yang stabil dan teman-teman dekat yang suportif disaat-saat seperti itu. Saya sering berkomunikasi dengan mereka dan itu membuat saya merasa lebih baik. Sepertinya kalau saya tidak mengungkapkan permasalahan saya, saya bisa gila. Survival skill lainnya, sharing. Selain itu, mencintai diri sendiri, kepercayaan diri, dan keberanian juga sangat menolong saya.

H
onestly, I did self destruction before. Luckily, I have stable family and great friends that helps me during those times, I did talk about it a lot with them and that made me feel less like sh*t. If I don’t talk about it I would go crazy probably. Sharing is one of my survival skill. And having a self-love, self-confidence, and courage help myself and eventually helps the readers that read my book.

 
Apakah menulis merupakan salah satu cara anda merapihkan hidup? (Is writing one of your way to declutter your life?)

Sepertinya begitu.

Kind of.





Pernah berusaha menutupi rasa tidak nyaman dengan berpenampilan atau bertingkah laku yang sebetulnya itu bukan diri anda? (Have you ever tried to cover up your insecurities by behaving like someone who is not like you?)

Ada beberapa waktu ketika sesuatu terjadi dalam hidup saya yang menyebabkan saya menutup diri bahkan tidak berkomunikasi dengan orang lain, itu tidak seperti karakter saya yang biasanya. Saya sempat melewati fase itu. Saya juga pernah mencoba menjadi beberapa karakter tapi hanya untuk bersenang-senang, bukan untuk menutupi kekhawatiran saya.

N
ever, but there were times when something happened to my life, I shut myself and chose not to speak, which is not really me, but it was just a phase in life. I did tried characters before, but rather than to cover my insecurities, it’s more like fun. I did that for fun.

Apakah buku anda merupakan suatu alat untuk self-discovery? Menurut anda, seberapa penting untuk setiap individu mengenal dirinya? (Is your book a self-discovery tool for you? And from your point of view, how important it is for someone to know themselves?)

Seperti yang anda bilang sebelumnya, buku saya ini lebih seperti alat untuk merapihkan diri saya daripada mengenali diri saya karena saya sudah mengenali diri saya dengan baik ketika saya menulis buku ini. Saya tidak menemukan hal baru mengenai diri saya saat proses menulis. Tentu saja mengenal diri sendiri merupakan hal yang sangat penting bagi setiap individu. Bayangkan saja kamu sedang memainkan sebuah permainan digital dan kamu menjadi tokoh/karakter yang dimainkan, tentu kamu ingin tahu kelemahan dan kekuatan pemain tersebut kan? Informasi tersebut bisa digunakan sebagai alat untuk anda memenangkan permainan. Seperti itu analoginya. Mengenali diri kamu juga merupakan salah satu bentuk menghormati dan mencintai diri.

It’s more like what you’ve said before, decluttering, rather than a self-discovery because I know exactly every details of myself before and I didn’t found something new about me. Talking about self-discovery, it’s very important to know yourself. If your life is a game, just imagine that you’re the character of that game and you cannot be somebody else but you. Knowing yourself both the strengths and weaknesses will lead you to ace the game. More than that, self-discovery is about respecting yourself.


Kalau anda harus memilih salah satu dari wanita ini, siapa yang akan anda nikahi? Joan of Arc or Cleopatra? (Joan of Arc or Cleopatra?)

Bagaimana saya bisa memilih? Keduanya adalah wanita yang kuat. Mereka memiliki pesona masing-masing.

How the hell am I able to choose?! Both of them are strong women that I adore, both achieved things through their own kind of power, one of them has beauty and the other one has strength. I just can’t.


Bagaimana cara anda mencintai diri? (How do you practice self-loving?)

Dengan tidak memperdulikan apa yang orang katakan soal saya, lagipula saya yakin kalau mereka juga sesungguhnya tidak begitu peduli dengan saya.

Not giving a f*ck to whatever people said about me. I don’t think they also give a f*ck about me.


Bagaimana anda ingin dipandang oleh sekitar mu? (How do you want the society to portray you?)

Sebagai orang yang jujur

An honest person.